Current Status

Not Enrolled

Harga

Free

Get Started

Spesialis Standar 10 – Balita dan Anak Prasekolah

Standar Perawatan ini memberikan aturan yang jelas dan langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti untuk pembantu rumah tangga yang merawat balita dan anak-anak usia prasekolah (usia 1 hingga 5 tahun). Ini menggabungkan semua area perawatan inti untuk memastikan Anda tahu cara menjaga anak tetap aman, mendukung pertumbuhan sehari-hari mereka, dan berkomunikasi secara efektif dengan orang tua mereka. Tujuan bersama kami adalah untuk menyediakan lingkungan yang tenang, hormat, dan mendukung di mana anak dapat berkembang.

Standar ini berlaku untuk semua pembantu tinggal yang bekerja di dalam rumah keluarga. Ini mencakup semua rutinitas perawatan harian, aktivitas pembelajaran berbasis bermain, protokol keselamatan, manajemen perilaku, dan komunikasi penting yang diperlukan antara Anda dan atasan Anda.

Peran & Tanggung Jawab

Sebagai Penolong, Anda akan:

  • Baca dan ikuti petunjuk khusus yang tercantum dalam profil perawatan anak, berikan perhatian khusus pada alergi, catatan medis, dan risiko lingkungan hidup.
  • Perhatikan anak dengan cermat setiap saat untuk mencegah kecelakaan.
  • Libatkan anak dalam permainan yang aman dan sesuai usia dan bimbing mereka melalui kegiatan belajar sehari-hari.
  • Kirim pembaruan harian dan lengkapi formulir tugas yang diperlukan untuk memberi tahu orang tua.

Orang tua akan:

  • Tetapkan aturan keluarga, gaya disiplin, dan jadwal harian.
  • Sediakan makanan, mainan, dan ruang yang aman untuk anak.
  • Tinjau laporan harian Anda dan berikan umpan balik tentang metode perawatan Anda.

Memahami Tonggak Perkembangan

Balita dan anak prasekolah tumbuh dengan cepat. Mengenali pencapaian dasar ini membantu Anda mendukung pembelajaran mereka secara efektif:

  • Usia 1-2: Berjalan, menunjuk, mengucapkan satu kata, dan menjelajahi objek.
  • Usia 3-4: Berlari, berbicara dalam kalimat pendek, bertanya “mengapa”, dan bermain berpura-pura.
  • Usia 5: Melompat, menggambar bentuk sederhana, berbagi dengan orang lain, dan mendandani diri mereka sendiri.

Rutinitas Perawatan Harian

Masalah Diet dan Waktu Makan

  • Periksa profil anak: Selalu baca profil anak untuk alergi tertentu dan catatan medis sebelum menyiapkan makanan. Jangan pernah memberi anak makanan jika Anda tidak yakin dengan bahan-bahannya.
  • Siapkan Ukuran Aman: Potong makanan menjadi potongan-potongan yang sangat kecil. Anggur, tomat ceri, dan hot dog harus dipotong menjadi dua memanjang, lalu menjadi potongan-potongan kecil untuk mencegah tersedak.
  • Awasi Semua Makanan: Duduk bersama anak saat mereka makan. Jangan pernah meninggalkan mereka sendirian dengan makanan.
  • Dorong Kebiasaan Sehat: Tawarkan air sebagai pengganti minuman manis. Puji anak karena mencoba makanan baru. Jika mereka menolak untuk makan, jangan memaksa mereka. Catat ini dalam catatan harian Anda dan beri tahu orang tua nanti.
  • Bersihkan dengan Aman: Bersihkan kursi tinggi, meja, dan lantai segera setelah makan untuk menghentikan hama dan menjaga area tersebut tetap higienis.

Kebersihan dan Pelatihan Toilet

  • Sering-seringlah mencuci tangan: Cuci tangan anak dengan sabun dan air sebelum makan, setelah bermain di luar, dan setelah menggunakan toilet. Sering-seringlah mencuci tangan Anda sendiri.
  • Kelola Toilet Training dengan Tenang: Ketika orang tua memulai pelatihan toilet, tanyakan kepada mereka metode yang tepat. Sering-seringlah tanyakan kepada anak apakah mereka perlu menggunakan toilet.
  • Tangani Kecelakaan dengan Baik: Jika anak membasahi pakaian mereka, tetap tenang. Jangan mempermalukan atau memarahi mereka. Katakanlah, “Tidak apa-apa, kecelakaan terjadi. Ayo dapatkan pakaian bersih.”
  • Jaga Kamar Mandi Tetap Aman: Kosongkan semua ember dan bak mandi segera setelah digunakan. Kunci semua pintu kamar mandi jika anak sedang bermain di dekatnya.

Permainan & Aktivitas Perkembangan

Anak-anak belajar paling baik melalui bermain. Anda harus membantu otak dan tubuh mereka tumbuh dengan melakukan aktivitas sederhana ini setiap hari.

Pengembangan Bahasa

  • Usia 1-2: Beri nama benda-benda yang Anda lihat di sekitar rumah. Ucapkan kata-kata dengan jelas dan tunggu anak mengulanginya. Bicaralah dengan anak saat Anda melakukan tugas sehari-hari, seperti memasak atau melipat cucian.
  • Usia 3-5: Baca buku bergambar bersama setiap hari. Ajukan pertanyaan sederhana kepada anak seperti, “Di mana anjingnya?” atau “Apa warna mobilnya?” Dengarkan dengan sabar dan beri mereka waktu untuk menyelesaikan kalimat mereka.

Keterampilan Motorik dan Pertumbuhan Fisik

  • Keterampilan Motorik Halus (Gerakan Kecil): Berikan anak balok besar untuk membangun menara. Biarkan mereka mewarnai menggunakan krayon tebal. Mintalah mereka untuk membantu Anda menyortir barang-barang yang aman, seperti memasukkan gelas plastik berwarna-warni ke dalam kotak.
  • Keterampilan Motorik Kasar (Gerakan Besar): Bawa anak ke area luar ruangan yang aman atau taman setempat. Biarkan mereka berlari, melompat, dan memanjat peralatan bermain yang dimaksudkan untuk usia mereka. Berdirilah di dekat untuk menangkap mereka jika tergelincir.

Perkembangan Kognitif

  • Berpikir dan Belajar: Mainkan permainan mencocokkan menggunakan kartu besar. Batasi waktu layar. Hanya izinkan anak menonton tablet atau TV jika orang tua memberi Anda izin yang jelas. Bermain aktif selalu lebih baik daripada melihat layar.

Perilaku & Manajemen Emosional

Manajemen Perilaku Positif

  • Tetapkan Aturan yang Jelas: Beri tahu anak apa yang Anda ingin mereka lakukan. Katakan, “Silakan berjalan di dalam rumah,” alih-alih “Berhentilah berlari.”
  • Gunakan Pujian Positif: Perhatikan kapan anak berperilaku baik. Puji upaya mereka, bukan hanya hasilnya. Katakan, “Kamu bekerja sangat keras untuk menyimpan sepatumu!”
  • Mengarahkan Perilaku Buruk: Jika seorang anak bermain dengan sesuatu yang berbahaya, jauhkan mereka dengan tenang. Beri mereka mainan yang aman sebagai gantinya.
  • Ikuti Aturan Keluarga: Selalu gunakan metode disiplin yang dipilih orang tua. Jangan pernah berteriak, memukul, atau menghukum anak secara fisik.

Mengelola Tantrum dengan Tenang

Balita dan anak prasekolah sering menangis keras atau mengamuk karena mereka tidak dapat mengekspresikan perasaan besar.

  • Tarik napas dalam-dalam dan jaga emosi Anda sendiri tetap tenang.
  • Pastikan anak berada di ruang yang aman di mana mereka tidak dapat membenturkan kepala mereka pada furnitur yang keras.
  • Bicaralah dengan suara lembut dan rendah. Katakanlah, “Aku melihat kamu kesal. Saya di sini untuk membantu Anda.”
  • Tunggu dengan tenang di dekatnya hingga anak tenang. Jangan berteriak atau mencoba berdebat dengan mereka. Setelah tenang, tawarkan pelukan atau aktivitas yang tenang.

Regulasi Emosional

  • Beri nama perasaan: Saat anak menangis atau berteriak, bantu mereka menemukan kata-kata. Katakanlah, “Aku melihat kamu marah karena menara itu runtuh.”
  • Pertahankan Rutinitas: Anak-anak yang lelah dan lapar memiliki lebih banyak amukan. Pastikan mereka tidur siang dan makan camilan pada waktu yang sama setiap hari.

Kesehatan, Keselamatan & Pengaman Anak

Keselamatan adalah tanggung jawab Anda yang paling penting. Rumah di Asia sering kali memiliki balkon, tangga, atau duduk di dekat jalan yang sibuk.

Pemeriksaan Perlindungan Anak dan Lingkungan

  • Pemeriksaan Harian: Lihatlah lantai setiap pagi. Ambil koin, baterai, dan suku cadang mainan kecil agar anak tidak bisa menelannya.
  • Pintu dan Jendela Aman: Jaga agar semua pintu balkon dan jendela rendah tetap terkunci setiap saat.
  • Mengunci Bahaya: Letakkan semua cairan pembersih, obat-obatan, dan pisau tajam di lemari tinggi yang dilengkapi dengan kunci pengaman anak.
  • Tinjau Risiko Lingkungan Hidup: Periksa profil anak secara teratur untuk risiko lingkungan hidup tertentu yang telah dicatat oleh orang tua.

Mengawasi Permainan

  • Jangan pernah meninggalkan anak sendirian di bak mandi atau di dekat air bahkan selama satu detik.
  • Tetap di ruangan yang sama saat anak bermain.
  • Pegang tangan anak dengan erat setiap kali Anda berjalan di dekat jalan atau di tempat umum yang sibuk.

Strategi Mengatasi untuk Pengasuh

  • Tarik Napas dalam-dalam: Jika seorang anak tidak mau berhenti menangis dan Anda merasa frustrasi, mundur dengan aman. Tarik napas dalam-dalam tiga kali sebelum Anda berbicara atau bertindak.
  • Pastikan Keselamatan Anak Terlebih Dahulu: Jika Anda merasa kewalahan, letakkan anak di tempat yang aman, seperti kamar atau tempat tidur bayi yang tahan anak, dan melangkah keluar pintu selama satu menit untuk menenangkan diri.
  • Beristirahatlah Saat Anda Bisa: Gunakan waktu tidur siang anak untuk duduk, minum air, dan mengistirahatkan tubuh Anda.

Protokol Komunikasi & Log Harian

Komunikasi yang baik membangun kepercayaan antara Anda dan atasan Anda. Mereka mengandalkan pembaruan Anda untuk mengetahui bagaimana keadaan anak mereka.

Pencatatan Harian

  • Gunakan formulir tugas harian Anda untuk mencatat dengan tepat apa yang dimakan anak, berapa lama mereka tidur, dan aktivitas apa yang Anda lakukan.
  • Segera rekam goresan atau benturan kecil.
  • Tuliskan pencapaian baru apa pun, seperti mempelajari kata baru atau berbagi dengan baik.

Peringatan Segera

Anda harus segera menelepon atau mengirim pesan kepada orang tua jika:

  • Anak itu jatuh dan membenturkan kepalanya, atau mendapat luka yang berdarah.
  • Anak mengalami demam, muntah, atau terlihat sangat sakit.
  • Anak makan sesuatu yang mereka alergi.

Minta Bimbingan

Jika Anda tidak yakin tentang masalah keamanan, perilaku baru, atau instruksi tertentu, berhenti dan tanyakan kepada orang tua. Beri tahu orang tua jika Anda berjuang dengan perilaku tertentu (misalnya, “Dia telah menggigit hari ini, bagaimana Anda ingin saya menangani ini?”). Selalu lebih baik mengajukan pertanyaan daripada menebak tentang keselamatan dan kesejahteraan anak.

Care Principle Content